News

Kemenhaj Siapkan Skema Armuzna agar Puncak Haji Lebih Lancar

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan skema pergerakan jamaah selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini dilakukan agar mobilitas jamaah tetap aman, tertib, dan terhindar dari kepadatan berlebih saat jutaan orang berkumpul di lokasi yang sama.

“Karena itu, pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan kesiapan fisik jamaah menjadi sangat penting. Kemenhaj telah membentuk Satuan Operasional Armuzna untuk memastikan pergerakan jamaah berjalan bertahap, terukur, dan berbasis mitigasi kepadatan,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff di Jakarta, Selasa.

Sampai hari ke-29 operasional haji 2026, tercatat sudah ada 481 kloter dengan total 186.041 jamaah serta 1.919 petugas yang diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 472 kloter atau 182.332 jamaah sudah tiba di Makkah.

Sementara itu, jamaah gelombang kedua yang masuk melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah mencapai 208 kloter dengan total 79.945 jamaah dan 832 petugas. Untuk jamaah haji khusus, tercatat sudah ada 13.180 orang yang tiba di Arab Saudi.

Maria menjelaskan, pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah akan dimulai pada 8 Zulhijah 1447 H atau Senin (25/5). Keberangkatan dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang, yaitu pukul 06.00, 11.30, dan 17.30 waktu Arab Saudi.

“Jamaah kami imbau tidak berada di lobi hotel sebelum jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan. Tetap bersama rombongan, bawa perlengkapan secukupnya, selalu membawa identitas, dan jaga kondisi tubuh,” katanya.

Pelaksanaan wukuf di Arafah akan berlangsung pada 9 Zulhijah atau Selasa, 26 Mei 2026, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 waktu Arab Saudi. Setelah magrib, jamaah akan diberangkatkan menuju Muzdalifah mulai pukul 19.00 WAS.

Bagi jamaah yang menggunakan skema murur, perjalanan akan langsung dilanjutkan menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah.

Sementara itu, jamaah non-murur akan bergerak dari Muzdalifah menuju Mina mulai pukul 23.00 hingga 07.00 WAS pada 10 Zulhijah. Setelah tiba di Mina, jamaah dijadwalkan melaksanakan lontar jumrah Aqabah mulai pukul 10.00 WAS sebelum kembali ke tenda untuk mabit.

“Jangan memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Syariat memberikan keringanan melalui mekanisme badal lontar bagi jamaah yang memiliki uzur,” kata dia.

Pada 11 sampai 13 Zulhijah, jamaah akan melanjutkan mabit di Mina sekaligus melaksanakan lontar jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha sesuai jadwal. Jamaah nafar awal ditargetkan selesai pada 12 Zulhijah, sedangkan nafar tsani berakhir pada 13 Zulhijah.

Maria menegaskan, kelancaran fase Armuzna bukan hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga kedisiplinan jamaah dalam mengikuti aturan dan jadwal yang sudah ditentukan.

“Patuhi jadwal, ikuti arahan resmi, jangan bepergian sendiri, jaga kekompakan, dan hemat tenaga menuju puncak haji. Kemenhaj akan terus melakukan monitoring 24 jam untuk memastikan layanan kesehatan, transportasi, konsumsi, dan mitigasi kepadatan berjalan optimal,” kata Maria.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: